Zikrullah

Monday, August 30, 2010

5 Perosak Hati





Hati adalah pengendali. Jika ia baik, baik pula perbuatannya. Jika ia rusak, rusak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerusakan adalah niscaya dan wajib. Tentang perusak hati, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan ada lima perkara, 'bergaul dengan banyak kalangan (baik dan buruk), angan-angan kosong, bergantung kepada selain Allah, kekenyangan dan banyak tidur.'




1. Bergaul dengan banyak kalangan (baik dan buruk)

Pergaulan adalah perlu, tapi tidak asal bergaul dan banyak teman. Pergaulan yang salah akan menimbulkan masalah. Teman-teman yang buruk lambat laun akan menghitamkan hati, melemahkan dan menghilangkan rasa nurani, akan membuat yang bersangkutan larut dalam memenuhi berbagai keinginan mereka yang negatif.



Dalam tataran riel, kita sering menyaksikan orang yang hancur hidup dan kehidupannya gara-gara pergaulan. Biasanya out put semacam ini, karena motivasi bergaulnya untuk dunia. Dan memang, kehancuran manusia lebih banyak disebabkan oleh sesama manusia. Karena itu, kelak di akhirat, banyak yang menyesal berat karena salah pergaulan. Allah berfirman:



"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata, 'Aduhai (dulu) kiranya saya mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya saya (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan saya dari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu telah datang kepadaku." (Al-Furqan: 27-29).



"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf: 67).

"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari Kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain), dan tempat kembalimu adalah Neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para penolong." (Al-Ankabut: 25).



Inilah pergaulan yang didasari oleh kesamaan tujuan duniawi. Mereka saling mencintai dan saling membantu jika ada hasil duniawi yang diingini. Jika telah lenyap kepentingan tersebut, maka pertemanan itu akan melahirkan duka dan penyesalan, cinta berubah menjadi saling membenci dan melaknat.



Karena itu, dalam bergaul, berteman dan berkumpul hendaknya ukuran yang dipakai adalah kebaikan. Lebih tinggi lagi tingkatannya jika motivasi pertemanan itu untuk mendapatkan kecintaan dan ridha Allah.



2. Larut dalam angan-angan kosong

Angan-angan kosong adalah lautan tak bertepi. Ia adalah lautan tempat berlayarnya orang-orang bangkrut. Bahkan dikatakan, angan-angan adalah modal orang-orang bangkrut. Ombak angan-angan terus mengombang-ambingkannya, khayalan-khayalan dusta senantiasa mempermainkannya. Laksana anjing yang sedang mempermainkan bangkai. Angan-angan kosong adalah kebiasaan orang yang berjiwa kerdil dan rendah.



Masing-masing sesuai dengan yang diangankannya. Ada yang mengangan-kan menjadi raja atau ratu, ada yang ingin keliling dunia, ada yang ingin mendapatkan harta kekayaan melim-pah, atau isteri yang cantik jelita. Tapi itu hanya angan-angan belaka.



Adapun orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia, maka cita-citanya adalah seputar ilmu, iman dan amal shalih yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan ini adalah cita-cita terpuji. Adapun angan-angan kosong ia adalah tipu daya belaka. Nabi dan memuji orang yang bercita-cita terhadap kebaikan.



3. Bergantung kepada selain Allah

Ini adalah faktor terbesar perusak hati. Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya dari bertawakkal dan bergantung kepada selain Allah. Jika seseorang bertawakkal kepada selain Allah maka Allah akan menyerahkan urusan orang tersebut kepada sesuatu yang ia bergantung kepadanya. Allah akan menghinakannya dan menjadikan perbuatannya sia-sia. Ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun dari Allah, juga tidak dari makhluk yang ia bergantung kepadanya. Allah berfirman, artinya:



"Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak, kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka." (Maryam: 81-82)



"Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka." (Yasin: 74-75)



Maka orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain Allah. Ia seperti orang yang berteduh dari panas dan hujan di bawah rumah laba-laba. Dan rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah dan rapuh.



Lebih dari itu, secara umum, asal dan pangkal syirik adalah dibangun di atas ketergantungan kepada selain Allah. Orang yang melakukannya adalah orang hina dan nista. Allah berfirman, artinya: "Janganlah kamu adakan tuhan lain selain Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)." (Al-Isra': 22)



Terkadang keadaan sebagian manusia tertindas tapi terpuji, seperti mereka yang dipaksa dengan kebatilan. Sebagian lagi terkadang tercela tapi menang, seperti mereka yang berkuasa secara batil. Sebagian lagi terpuji dan menang, seperti mereka yang berkuasa dan berada dalam kebenaran. Adapun orang yang bergantung kepada selain Allah (musyrik) maka dia mendapatkan keadaan yang paling buruk dari empat keadaan manusia, yakni tidak terpuji dan tidak ada yang menolong.



4. Makanan

Makanan perusak ada dua macam.

Pertama , merusak karena dzat/materinya, dan ia terbagi menjadi dua macam. Yang diharamkan karena hak Allah, seperti bangkai, darah, anjing, binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam. Kedua, yang diharamkan karena hak hamba, seperti barang curian, rampasan dan sesuatu yang diambil tanpa kerelaan pemiliknya, baik karena paksaan, malu atau takut terhina.



Kedua, merusak karena melampaui ukuran dan takarannya. Seperti berlebihan dalam hal yang halal, kekenyangan kelewat batas. Sebab yang demikian itu membuatnya malas mengerjakan ketaatan, sibuk terus-menerus dengan urusan perut untuk memenuhi hawa nafsunya. Jika telah kekenyangan, maka ia merasa berat dan karenanya ia mudah mengikuti komando setan. Setan masuk ke dalam diri manusia melalui aliran darah. Puasa mempersempit aliran darah dan menyumbat jalannya setan. Sedangkan kekenyangan memperluas aliran darah dan membuat setan betah tinggal berlama-lama. Barangsiapa banyak makan dan minum, niscaya akan banyak tidur dan banyak merugi. Dalam sebuah hadits masyhur disebutkan:



"Tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari memenuhi perutnya (dengan makanan dan minuman). Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap (makanan) yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Jika harus dilakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (hari. At-Tirmidzi, Ahmad dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).



5. Kebanyakan tidur

Banyak tidur mematikan hati, memenatkan badan, menghabiskan waktu dan membuat lupa serta malas. Di antara tidur itu ada yang sangat dibenci, ada yang berbahaya dan sama sekali tidak bermanfaat. Sedangkan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur saat sangat dibutuhkan.



Segera tidur pada malam hari lebih baik dari tidur ketika sudah larut malam. Tidur pada tengah hari (tidur siang) lebih baik daripada tidur di pagi atau sore hari. Bahkan tidur pada sore dan pagi hari lebih banyak madharatnya daripada manfaatnya.



Di antara tidur yang dibenci adalah tidur antara shalat Shubuh dengan terbitnya matahari. Sebab ia adalah waktu yang sangat strategis. Karena itu, meskipun para ahli ibadah telah melewatkan sepanjang malamnya untuk ibadah, mereka tidak mahu tidur pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Sebab waktu itu adalah awal dan pintu siang, saat diturunkan dan dibagi-bagikannya rizki, saat diberikannya barakah. Maka masa itu adalah masa yang strategis dan sangat menentukan masa-masa setelahnya. Karenanya, tidur pada waktu itu hendaknya karena benar-benar sangat terpaksa.



Secara umum, saat tidur yang paling tepat dan bermanfaat adalah pada pertengahan pertama dari malam, serta pada seperenam bagian akhir malam, atau sekitar delapan jam. Dan itulah tidur yang baik menurut pada dokter. Jika lebih atau kurang daripadanya maka akan berpengaruh pada kebiasaan baiknya. Termasuk tidur yang tidak bermanfaat adalah tidur pada awal malam hari, setelah tenggelamnya matahari. Dan ia termasuk tidur yang dibenci Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam .



(Disadur dari Mufsidaatul Qalbi Al-Khamsah, min kalami Ibni Qayyim Al-Jauziyyah/Abu Okasha Ainul Haris)



DOA SEORANG KEKASIH....

KELEMAHAN ITULAH KECATIKAN WANITA



Diciptakan wanita itu, lembut fitrahnya…


Halus kulitnya, manis tuturnya…

Telus hatinya membisik di jiwa…

Bukanlah wanita itu lemah…

Bukanlah wanita itu sering bertemankan…

Tangis dan sendu….



Tetapi disitulah tersimpan kekuatannya..

Menjadi “izzah” yang paling gah..

Malah lebih gah dari keegoaan seorang lelaki..

Lembut wanita bukanlah lemahnya…

Tapi lembut wanita kerana itu senjatanya…

Wanita yang beriman lebih tinggi martabatnya…

Dan wanita yang soleh itu…

Lebih baik dari ribuan lelaki yang soleh…



Bukanlah fitnah kiranya ar-Rijaal dan an-Nisa’

Sama-sama mejaga kehormatan mereka…

Al-Haya’ itu wujud dalam diri setiap insan…

Wujudnya ia seiring dengan nafas insani..

Kerana Al-Haya’ itulah pakaian iman setiap wanita…

Indahnya Al-Haya’…tercipta sebagai pembeteng diri…

Leburnya Al-Haya’, runtuhlah imannya…



Diciptakan wanita ibarat sebiji epal…

Epal yang tidak berkualiti…

Mudah dicari…kerana berguguran di tanah…

Tetapi epal yang tak mampu dicapai…

Epal yang berada di puncak..

Susah dipetik,susah digapai..



Diciptakan wanita itu indah budi pekertinya….

Dari rusuk si lelaki…

bukan dari kaki untuk dialasi…

Bukan dari kepala untuk dijunjung…

Tetapi dekat dibahu untuk dilindung..

Dekat juga di hati untuk dikasihi..

Indahnya wanita seindah mutiara kasih..

~❤.Duhai Teman Tersayang.❤~







Teman, aku ingin..


Teman tersayang,

Aku ingin kita seperti Abu Bakar al-Siddiq,

Persahabatan di jalin kerna al-Khaliq,

Harta di korban bukan sedikit,

Cintakan kebenaran, sanggup bersakit.



Serta tawakkal Ibrahim mulia,

Ketika meninggalkan insan tercinta,

Di bumi tandus tanpa bicara,

Meyakini Allah sebagai Penjaga.



Aku impikan antara kita seorang Umar,

Berdiri tatkala tertundukny manusia,

Bersuara tatkala diamny mereka,

Menggerunkan musuh durjana.



Serta senyuman Syed Qutb,

Ketika berhadapan dengan tali maut,

Akidah mantap tidak terenggut,

Roh dakwahny tidak surut.



Aku ingin kita seteguh Ibnu Zubbair,

Menahan panahan Hajjaj dengan rela,

Bersama si ibu tua,

Lantas syahid, rohny ke syurga.



Marilah kite menyemai benih Hassan al-Banna,

Fikrahny jernih menggegar dunia,

Merelakan tubuhny di mamah peluru,

Demi menegakkan kalam Allah & Rasul.



Aku cintakan pemuda Giffari,

Menentang kezaliman walaupun di ancam,

Moga kan lahir lagi di abad ini,

Jiwa jitu pemuda yang tak pernah suram.



Aku ingin kite sepemaaf Yusuf,

Tetap mencintai saudarany,

Walaupun di humban ke perigi tua,

Terpisah dari ayahanda bertahun lamany.



Aku ingin pusara kite harum mewangi,

Bagai harumny pusara Masyitah,

Semerbak kasturi.



Aku ingin persahabatan indah ini,

Bisa menjadi syafaat,

Di Mahkamah Mahsyar nanti....

UHIBBUKI FILLAH.......

SAYANGILAH DIRI......HARGAILAH DIRI ANDA....

cerita kegemaranku.....

MUNAJAH CINTA.....





Pahala Mentaati Ibu Bapa Melebihi Jihad Fisabilillah



Ramai tak sedar jarang bertanya khabar kepada orang tua di kampung dikira menderhaka.
RAMAI anak yang tidak mengaku apabila dituduh menderhaka kepada ibu bapa. Namun, siapa yang dapat menafikan kebenaran ayat Allah dan hadis Rasulullah SAW yang menyimpulkan bahawa termasuk dosa besar yang kedua selepas syirik ialah apabila seseorang melupakan tanggungjawab menjaga kedua orang tua.
Allah SWT berfirman yang bermaksud: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya, apabila salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu." a33; (Surah Al-Isra' ayat 23)
Rasulullah SAW lebih jelas menegaskan mengenai dosa besar ini di dalam sabdanya yang bermaksud: Mahukah kamu aku khabarkan tentang dosa besar? Kami (sahabat menjawab: Ya, tentu wahai Rasulullah. Beliau bersabda: "Ada tiga, iaitu menyekutukan Allah, derhaka kepada kedua ibu bapa dan ucapan dusta dan kesaksian dusta, Baginda mengulanginya berkali-kali sehingga kami berkata mudah-mudahan baginda diam." a33; (Hadis riwayat Imam Al-Bukhari)
Semua anak mengaku mereka sudah memenuhi hak kedua ibu bapanya walaupun hati tak merindu, jauh sekali khuatir, sedih dan pilu mengenang keuzuran kedua orang, pemegang kunci syurga mereka di akhirat nanti. Bahkan anak dunia itu seolah-olah tidak mahukan akhirat.
Lantas mereka lalai dan lupa akibat mengejar cita-cita dunia sehingga tak tersisa sedikit pun ruang untuk ayah dan ibu di dalam hati. Hati yang sentiasa sibuk, memberi kesan pada wajah mereka yang kian suram apabila berdepan dengan ayah dan ibu. Mereka lebih rela menjadi tanda-tanda dekatnya kiamat dengan berlaku derhaka daripada harus menanggung beban hidup bersama orang tua.
Pelbagai alasan dicipta untuk menghalalkan keuzuran mereka daripada menjaga ibu bapa, tetapi di sudut hati nurani anak-anak manusia siapakah kiranya yang boleh melepaskan diri daripada kenangan kasih sayang ibu bapa ketika kecilnya.
Mereka juga berselindung di sebalik amal salih yang lain, sebahagiannya ahli tahajjud, setia membaca al-Quran, ahli masjid, istiqamah mengerjakan haji dan umrah, ahli sedekah dan puasa. Tetapi, mereka membuat hati ibu bapa menangis, jiwa mereka terdera dan impian hari tua yang indah bagi mereka hancur berkecai.

Padahal keutamaan berkhidmat kepada orang tua melebihi pahala jihad fisabilillah seperti sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: Daripada Abu Abdul Rahman Abdullah bin Mas'ud beliau berkata: "Saya bertanya kepada Nabi SAW. "Amalan apakah yang paling disukai oleh Allah SWT? Baginda bersabda: "Solat pada waktunya, saya bertanya lagi: Kemudian apa lagi? Baginda bersabda: Berbuat baik kepada kedua orang tua. Saya bertanya: Kemudian apa lagi? Baginda bersabda: Berjihad di jalan Allah." a33; (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Ironinya mereka mengejar pahala ibadat sunat tetapi yang wajib ditinggalkan. Kewajipan berkhidmat kepada ibu bapa mereka dianggap bukan ibadat melainkan hanya adat kehidupan manusia. Maka jika mereka lalai mengingati kedua-duanya, tidak ada kekesalan di dalam hati, tidak rasa berdosa dan bermaksiat kepada Allah SWT.
Sungguh penyelewengan yang tidak disedari, melainkan apabila keduanya kembali ke rahmatullah. Lalu anak-anak itu secara tabienya menjadi ibu dan bapa generasi baru. Dia merasai sakit menjaga dan mendidik anak seperti ibu bapa dulu. Akhirnya dia sedar betapa seksa diderhaka dan dibuang bagaikan al-Quran usang.
Bukan hanya ibu bapa yang terguris hati, Rasulullah SAW pun pernah menitiskan air mata mendengar pengaduan seorang lelaki tua mengenai anaknya yang menderhaka. "Wahai Rasulullah, anakku telah aku didik tetapi setelah dewasa dia menzalimiku. Lelaki itu kemudian menyatakan kesedihannya dengan untaian syair yang memilukan:
"Ketika engkau masih kecil, tangan ini yang memberimu makan.

"Engkau minum juga aku yang tuangkan. Apabila dirimu sakit, aku berjaga semalaman.

"Kerana sakitmu itu aku mengeluh kerisauan. Tetapi, di saat engkau dewasa dan mencapai tujuan.
"Kulihat pada dirimu apa yang tak ku harapkan. Kau balas aku dengan kekasaran.
"Seakan-akan nikmat dan anugerah engkau yang berikan."
Mendengar bait-bait syair lelaki tua itu, berlinanganlah air mata Rasulullah SAW seraya bersabda yang bermaksud: Kamu dan hartamu milik ayahmu." a33; (Ditakhrij oleh Ibnu Majah 2357, Imam Ahmad dalam al-Musnad 6883, Ibnu Hibban dalam sahihnya 409, 4182. Al-Baihaqi dalam al-Sunan 16054)
Pelbagai takrifan diberi ulama mengenai tanda-tanda derhaka kepada orang tua seperti memutuskan hubungan dengan tidak mahu menziarahi mereka, tidak memberi nafkah, tidak memenuhi hak-hak mereka dan tidak mentaati mereka pada hal yang bukan bermaksiat kepada Allah SWT.
Sesungguhnya kasih sayang yang paling ikhlas tanpa syarat hanyalah kasih sayang ibu bapa. Anak yang salih dituntut untuk membalas jasa mereka dengan adab dan akhlak yang baik. Kadang-kadang seulas senyuman dan kata-kata yang lembut lebih berharga daripada wang ringgit serta barangan berharga.
Namun tidak dinafi juga kepentingan hadiah sebagai pengikat jiwa. Sikap mementingkan diri sehingga membiarkan ibu bapa hidup susah di sebalik kemewahan seorang anak sememangnya menunjukkan sifat tidak mengenang budi. Jika boleh dihitung berapa juta ringgit yang mesti dibayar, sudah tentu jasa ibu bapa tak akan terbayar dengan sebarang jenis mata wang pun di dunia ini.

Sinar Cahaya Ayat Kursi

Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yg duduk diatas pintu rumah. Tugasnya ialah utk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan dihati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehinggalah Baginda mendengar jawaban salam daripada isterinya. Disaat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu.

Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:


 
1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.




2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.



3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang,tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah disekitarnya.



4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap2 sembahyang fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yg bersyukur,setiap perbuatan orang yg benar,pahala nabi2 serta Allah melimpahkan padanya rahmat.



5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.



6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.



7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Asalamualaikum....


Salam kenal..... ukhwah fillah......=)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...